Selasa, 20 November 2018

Incredible India (travelling with purpose)


Minggu 11 november 2018
Pukul 11.30
“Perjalanan bus Agra-Delhi”




Saya duduk dengan manis di deretan kursi kedua dari belakang, lengkap dengan menggunakan masker hijau agar menghindari debu, sambil di balut jaket merah untuk winter. Kala itu saya sedang menikmati angin yang masuk ke dalam bus lokal ini. Penampakan India yang begitu berantakan dengan seambrek manusianya. Belum lagi klakson mobil dan motor yang seakan akan tidak akan berhenti berbunyi di India ini.

Bus perlahan berangkat meninggalkan terminal, selama perjalanan saya merasakan hati saya yang sangat berat karena besok saya harus kembali ke Jakarta. Bagaimana tidak, saya sudah mengaggumi India dengan peninggalan sejarahnya yang begitu luar biasa dan dengan kesibukan orang-orangnya yang sangat luar biasa. Sepanjang jalan ini pula saya flashback akan memori saya di India.


Jumat, 9 November 2018
pukul 23.45 waktu setempat
“Indira Gandhi International Airport – New Delhi”




Saya berlari menuju pintu keluar setelah menukarkan dollar saya menjadi rupee. Saya berlari menuju kerumunan orang yang sedang menunggu di depan pintu kedatangan bandara. Mencari seseorang pelajar Indonesia yang akan menemani saya selama 3 hari di India. Terlihatlah wajah khas orang Indonesia diantara kerumunan orang India, Mas Bayu nama pelajar tersebut. Mas Bayu merupakan pelajar tingkat akhir yang belajar di daerah Aligarh, sekitar 2 jam dari New Delhi.


Saat di bus ini saya kembali mengingat pertemuan pertama saya dengan mas Bayu di bandara. Lengkap mengingat baju hitamnya sambil senyum melambaikan tangan. Saat itu saya berkata dalam hati “ya Tuhan, sejauh ini saya dari Indonesia, ternyata masih ada anak bangsa yang menuntut ilmu jauh di sini.

begitulah pertemuan saya dengan mas Bayu di bandara Indira Gandhi.


Sabtu, 10 November 2018
pukul 1.00
“Dhaula Kuan Metro Station – New Delhi”

Kami turun dari uber yang mengantarkan kami dari hotel, selepas saya menitipkan koper. Kami turun di Dhaula Kuan metro station. Lewat tengah malam, kami menunggu bus yang akan mengantarkan kami dari New Delhi menuju kota Jaipur. Saya baru mengenal mas Bayu, kami berbincang mengenai kesibukan kami berdua. Mulai dari bagaimana para pelajar Indonesia yang survive dikala musim dingin ini. Suhu ketika pagi bisa mencapai 9oC wajar saja sebagai manusia yang tinggal di daerah tropis tentu akan drop dengan suhu yang tidak biasanya. Para pelajar satu sama lain saling membantu apabila ada salah satu pelajar Indonesia yang sakit.

Sungguh hati saya teriris mendengar dan membayangkan bagaimana beratnya perjuangan para pelajar untuk menuntut ilmu.

Kami juga berbincang mengenai pekerjaan saya yang berada dibidang kimia. Mas Bayu sangat antusias mendengar saya menceritakan pekerjaan saya ini sangat terlihat dari raut wajahnya. Tepat pukul 2.00, perbincangan kami tiba-tiba selesai dan langsung menuju tempat bus yang akan kami naiki. Terlihat bus kami dari kejauhan, dan saat itu saya berkata “Ok saya akan taklukan India”.


Sabtu, 10 November 2018
pukul 07.00
“Jaipur -The Pink City-”

Saya melihat kearah jendela bus, terlihat bahwa saya sudah memasuki kota Jaipur. Jaipur merupakan kota yang dijuluki pink city. Namun sejauh mata saya memandang, tidak semua bangunan berwarna pink. Ah mungkin itu sejarah masa lampaunya saja, gumamku.

Tepat pukul 7.30 bus kami berhenti di tujuan akhir yaitu Sindhi Camp metro station. Lalu Mas Bayu berdiskusi dengan para supir auto (di Indonesia auto seperti Bajaj). Mas Bayu menawar-nawar dan akhirnya mendapatkan auto yang akan menemani kami keliling kota Jaipur ini.

Dan Perjalanan saya yang sangat incredible ini baru dimulai….

Pukul 8.00


Abang auto menurunkan kami di depan Sawai Jai Singh Statue. Terlihat begitu asri bunderan ini, nampak seperti bunderan HI di jakarta namun versi kecilnya. Terdapat patung Sawai Jai yang sedang berdiri kokoh. Terdapat penduduk yang sedang melakukan wefie, ini merupakan point pertama yang membuat saya kagum dengan India. Begitu sejuk dengan penduduk yang begitu senang di wajahnya.

Benar saja, ketika memasuki daerah pusat kota Jaipur, semuanya serba merah. Lagi lagi saya terkagum dengan kota Jaipur yang indah ini. Sekarang saya paham mengapa di juluki pink city karena bangunan yang berwarna merah namun pudar karena terik matahari. Semua bernuansa merah disegala penjuru pusat kota. Sesuatu yang tidak dapat di deskripsikan karena sungguh begitu indah.



Pukul 13.00
Kami menuju tempat utama yang sedikit lebih jauh dari kota Jaipur, Amber Fort namanya. Benteng besar ini berdiri megah dan tentu saja sangat apik bila dilihat dengan mata. Didalam Amber Fort ini terdapat taman yang berada di tengah gedung ini. Dan yang saya takjubkan terdapat kaca kaca yang menghiasi dinding yang membuat kesan eksotis.






Sekitar 2 jam saya menikmati pemandangan amber fort ini. Sampai akhirnya kami memutuskan untuk pulang ke pusat kota, yang kemudian melanjutkan perjalanan saya ke kota Agra.

Karena jadwal bus kami jam 11 malam, sedangkan kami sudah selesai di Jaipur pukul 3 sore. Akhirnya kami memutuskan untuk membeli tiket bus baru dengan jadwal jam 4 sore.


Jumat, 10 November 2018
Pukul 16.00
“Sindhi Camp Metro”


Kami memegang tiket bus Jaipur-Agra yang kami beli di travel agent. Tentu travel agent ini merupakan rekomendasi abang auto. Tertulis di tiket bus yang akan kami naiki pukul 16.30 namun, kami belum menemukan dimana bus kami akan berhenti. Sepanjang mata memandang hanya ada bus lokal dan bus travel lain.

Kami terus berusaha mencari, dimana tempat bus kami. Mata saya selalu standby ketika ada bus lewat. Sunguh tidak teratur memang gumamku, agak sedikit kesal. Pukul 16.30 pun tiba, sampai saat ini kami belum menemukan bus yang akan kami naiki. Kami mulai panik, kami hubungi pihak travel dan abang auto. Jawabannya? NIHIL. Saat itu juga kami sadar bahwa ini scam (semacam penipuan).

Kami menelfon pihak travel.

“where’s our bus? We are at sindhi camp metro” ujar mas Bayu

“xbshdggewgsdsakjqsdkjsqd” abang travel dengan Bahasa indianya.

“English please”

“give your phone to driver auto”

Mas bayu memberikan telfonnya, lalu kami diajak ke tempat bus yang akan kami naiki. Tentu dengan harga yang jauh sekali mahal. Dan kami meng-iyakan karena sudah pukul 16.45. Namun saya merasakan ada sesuatu yang aneh dengan abang auto ini, mengapa jalannya sangat pelan pelan seperti ini. Dan yang saya bikin geram, bahkan dia menjauhi perjalanan kami. Ketika sampai di tempat tujuan, tentu saya hafal tempat ini. Tempat yang kami lewati tadi…. Ah sungguh bercanda abang auto ini. Namun semuanya berubah ketika kami melihat bus ke tempat tujuan kami.

Mas Bayu menyerahkan tiket kami ke abang bus yang baru. Juga menceritakan sedikit kejadian yang kami alami. Abang bus ini mengantar kami ke bus. Dan ketika akan memasukkan bagasi, abang bus ini bilang

“one person fifty hundred, both of you one thousand”

Saya langsung bengong, terkesima.

Mas Bayu pun marah, dia bilang bagaimana mungkin kami harus membayar kembali sedangkan kami sudah memiliki tiket. Dan abang bus ini menjelaskan di tiket tertera nomor flat bus berbeda dengan flat bus ini. Tentu saja ini bukan bus yang tertera di tiket. Ahhhh benar benar kami di permainkan. Akhirnya kami memutuskan untuk mendatangi pihak travelnya.

Selama perjalanan menuju travel, mas bayu menelfon pihak travel.

“hello, we not found our bus. Please give me back our money”

“we can’t. You just wait over there our bus will be arrive at a moment”

Saat itu juga kami sampai di tempat travel. Tentu mas Bayu sangat marah sama pihak travel ini. Apa yang terjadi, kami dimarahi oleh bapak ini. Sungguh kejam, ditambah lagi ketika kami ingin melaporkan ke polisi. Mereka menahan kami dan memberikan tiket yang baru pukul 6 sore. Tentu saja sangat menyita waktu kami dan kami akan tiba di agra pukul 12 malam apabila kami mengambil bus tersebut.


Pahit memang saya ketika mengingat kejadian diatas, benar benar bingung saat itu. Bagaimana mungkin kami sudah pergi jauh dari Indonesia. Tidak ada yang kami kenal satu orang dari 300 juta penduduk Indonesia. Namun, saya sadar bahwa setiap perjalanan tidak akan pernah berjalan mulus sesuai keinginan saya. Sedih, sedih banget kejadian itu namun sekarang kejadian tersebut menjadi kenangan yang tak pernah terlupakan. Dan akan abadi di pikiran saya sehingga dapat membuat pribadi saya lebih dewasa dan bisa bertindak berdasarkan pengalaman.

“Sudah mas gapapa, kita kan masih punya tiket bus yang malam. Kita naik itu aja” ucapku.

Saya membeli tiket bus malam ini ketika transit di Bangkok, di situs internet terpercaya. Harus memasukan nomor kartu kredit, namun saya memasukan nomor kartu ATM saya dari jenius. Jenius ini merupakan rekening dari bank BTPN. Kartu jenius saya merupakan debit namun bisa terbaca sebagai kartu kredit. Sehingga untuk transaksi-transaksi yang memerlukan kartu kredit, saya tinggal memasukan nomor kartu jenius saya. Dan walaaa berhasil, sangat mudah.

Ternyata belum sampai disitu masalah saya. Kini uang yang saya tukar di money changer, sudah menipis. Saya harus menukar dollar saya ke rupee. Sedangkan di Jaipur ini sudah pukul 19.00 sangat tidak mungkin mencari money changer karena posisi saya sudah di Mc Donald. Akhirnya saya mencoba membayar dengan menggunakan debit saya berlogo mastercard dan tidak bisa. Semakin panik, lalu saya mencoba untuk menggunakan debit jenius. Dan wala berhasil. Sekarang bagaimana saya menuju ke terminal dengan uang dollar ini. Akhirnya saya mencari mesin atm di dekat Mc Donald ini, karena khawatir tidak bisa kembali, akhirnya saya mencoba untuk menarik dengan kartu jenius. Dan berhasil, sungguh sangat membantu saya untuk menuju Taj Mahal sang impian saya.

terimakasih jenius #jalan2jenius. buat temen temen yang mau mendaftar silahkan kunjungi website jenius atau mengunjuki ke www.cocreate.id,


Sabtu, 11 November 2018
Pukul 08.00
“Agra – Taj Mahal”




“Subhanallah, Awesome, bagus banget mas..”

Mungkin itu kata kata saya ketika menyaksikan sunrise di taj mahal. Sungguh sangat amat menjadi pengalaman berharga saya bisa menyaksikan Taj Mahal dengan mata kepala sendiri bagaimana megahnya bangunan ini. Bagaimana perjuangan saya ketempat yang sangat krusial ini. Saya mempelajari bahwa setiap orang dapat melakukan seuatu hal diluar kemampuannya karena sesuatu hal seperti cinta atau keinginan yg benar benar besar.

Semua lamunanku terhenti ketika bus yang saya tumpangi ini berhenti dan ditilang oleh polisi..

-To be continued-

Rabu, 27 Juni 2018

Kemana abis dari SMAKBO?

Sebenernya udah basi banget sih bahas ini di 2018,

Karena saya lulusnya 2015, tapi ya gimana dong..
Masih banyak banget yang suka bertanya tanya soal sekolahan yang super duper menarik untuk dibahas.

Sebelumnya, saya mau minta maaf dulu nih. Karena nih sekolah rada sensitif jd sy mau minta maaf kalo ada yg ngerasa kesinggung.

Yuk mulai..

A : itu sekolah negeri bukan sih?
G : sampe saat gua lulus, dia negeri. Negerinya itu gini nih. Kalo sekolah smp ente ente itu negeri dibawah kementerian pendidikan. Spesial banget buat smakbo ini, sekolah ini dibawah kementrian perindustrian (sempet beredar, dibawah kependidikan juga.. jadi ada dua) tapi yang jelas dia negeri tp dibawah kementrian perindustrian.

A : bener emang sekolahnya 4 tahun?
G : bener banget, bahkan 4 tahun kayanya padet banget, kayanya renggangnya cuma di akhir aja.

A : sekolahnya susah gak sih?
G : usaha, gak akan menghianati hasil. Percayalah!

A : nanti lulus lulus kemana?

Nah..
Nah..
Nah...

Itu permasalahannya. Sepenglihatan gua, karena sekolah ini kejuruan, maka

1. Kalian bisa bekerja
2. Kalian bisa kuliah

Bahas satu satu ya,

1. Bekerja
Udah gak aneh, kalo lulus dari sekolah ini, semua alumninya bisa kerja. Termasuk gue, akibat dari sekolah ini, alhamdulillah saya memiliki gaji di umur 18 hihi 😅. Walau sebenernya ngerasa aneh gitu, umur 18 udah kerja, itu tuh... NIKMAT! Haha, yu know lah, punya gaji berarti punya uang, berarti bisa beli ini itu tanpa lagi minta ke ortu.

Sekarang, gua bisa ngerasain mau makan ini itu seterah seterah tanpa harus nabung! Haha alhasil? Naik berat badan dari 56 sekarang 75! Gile.. bahaya ya guys yg kek gini, jangan ditiru.

Sekarang juga, gua bisa travel semau gua kemana pun... biasanya cuma jalan ke mall, banter banter puncak, alhamdulillah bisa pergi kemana mana.. disyukuri semuanya.

Eh ini engga riba ya.. cuma sharing sama kalian aja.

2. Bisa kuliah
Nah opsi ini mungkin buat temen temen yg addict haus akan pendidikan.. bisa banget lulus dr smakbo kuliah. Untuk snmptn mungkin masih rendah tapi ada peluang.. nah sbm tidak memungkinkan kalian tidak bisa ko.. semuanya bisa

Saya punya teman yg alumni skrng kuliah di ui, ipb, unpad, its, itb, unsri, udayana, unsoed.. bahkan sampe ada yg beasiswa jepang, turkey, sama germany. Jadi bisa banget kalo lulus dr smakbo kuliah hehe

Pasti diatas pada ngambil kuliah jurusan kimia lagi??

Engga, engga sepenuhnya. Ada yg ngambil arsitek, dokter gigi, psikologi, teknik fisika.. banyak, jd gimana usaha kalian ketika sbm hehe itu yg menentukan.

Ada juga pilihan kaya gini
A : kak, kak, aku maunya dapet uang tapi pengen juga sih sebenernya kuliah
G : weeew.. gausah pusing, skrng bisa banget kerja sambil kuliah..

A :hah??? Gimana tuh?
G : ish, jd gini skrng banyak banget kuliahan yang buka kelas karyawan.. jd sambil kalian kerja.. nanti malemnya kalian kuliah,atau seperti kaya ane.. kerja, kuliahnya sabtu minggu. Kapan lagi byar kuliah biaya sendiri hehehe...

Atau ada juga yg kuliah di ptn, tapi org ini sambil.kerja di perusahaan.. dengan note,dia minta shift 2 terus. Jdnya sorenya dah kerja pulangnha malem.

Segitu dulu yaa.. kalo ada yg mau ditanya, email aja :)

Nah

Waisak di Borobudur

waisak borobudur



Hai guys,
sudah sangat lama saya tidak membuka blog ini.

kali ini saya akan membahas sedikit mengenai trip saya yang kesekian kali waisak ke borobudur.

kalian harus tau, ada sesuatu treasure di borobudur ini..


1. Saya muslim
2. Ketika merayakan (no saya engga merayakan ya, lebih tepatnya meramaikan) waisak ini, alhamdulillah saya masih puasa. karena saya pergi saat puasa alias bulan ramadhan. Hey dude traveling itu kapan aja.
3. Kejadian ini bisa jadi pembelajaran/referensi kalian ya, bagi yang ingin tau waisak ini.

yuk mulai.

rencana liburan waisak 2018 kali ini sudah saya incar semenjak 2017. kala itu saya melihat postingan salah satu model (ah gausah disebut ya siapa) dia menghadiri perayaan waisak ini. dan ini membuat saya tertarik. emang ada apa sih disana? ADA LAMPION TERBANG GAIS TERNYATA. receh emang sih ini.


A : Lampion kan bisa diterbangin aja di rumah sih, ribet mesti ke jogja.
G : beda. lampionnya ribuan, diterbangin barengan, kebayang kan kaya gimana indahnya.

A : kan waisak dirayain diseluruh indonesia, kenapa gak ke vihara aja, pasti ada juga dong lampionnya
G : beda sist. lampion ini cuma ada di candi borobudur saat ini ya.

A : kapan emang acaranya ?
G : duh sist, kan waisak, ya pas waisak. lebih tepatnya di malam pas hari waisak ya.

A : apa engga apa apa tuh, itu kan acaranya orang buddha.
G : duh sist, saya sudah mencari cari tentang acara ini, dan FYI  penerbangan lampion ini bukan waktu ibadah. penerbangan lampion ini sebagai pelengkap saja. dan dimulainya pun baru baru ini tahun 2011an (gue dapet ini dr tour guide gua yaaa, kalo salah ya maap. antara gua salah denger karena kuping gue yg selalu bermasalah, atau salah tuh tourguide)

A : ah pasti ngabisin duit banyak tuh.
G : gue cuma abis 1 juta maap. udah all in.

A : ah pasti butuh cuti panjang tuh.
G : gue cuma cuti sehari sist. banyak nanya lu mah, denger cerita gue dulu mending.


setelah gue tunggu, menunggu kalender 2018 dengan hari liburnya keluar.... ini pun menjadi rencana yang paling gue idam idamkan. asli bagus banget.

Finally kalender 2018 dengan tanggal merah keluar. KELUAR GAIS.

EH....

Wait....

Tunggu....

WAISAKNYA HARI SELASA ARGHHH...


akhirnya gua ajak temen gue, dengan muka meyakinkan, dan emang temen gua kan wacana aja..

G : Ka, lu mau ikut gue gak?
K : kemana?

G : waisakan, di borobudur jogja. ada lampionnya. (pasang muka meyakinkan dan sumeringah gitu)
K : serius?

G : (nunjukin foto)
K : yuk! gue ikut.

fine gua dapet temen satu. gua tipe orang yang gak suka travel banyakan. ya max ber 4 lah.

Tahun Baru 2018,
CNY,
April,
Ramadhan,

datanglah bulan waisak..

K : gal, gua gajadi ikut... gua udah beli tiket ke jogja tanggal 1.
G : lu gajadi ikut? yaudah gue juga gajadi deh.

Gajadi guys.. GAK JADI!

1. Gue mesti cuti dan notebene nya di kantor gua amat amat risi buat cuti. di nyinyirin, walau sebenernya cuek aja ya.
2. bulan puasa, gua bingung kali sahurnya gimana, bukanya juga gimana.

2 alasan itu cukup menjadi bahan gue mengundurkan diri ikut waisak ini.

tapi...

gak mungkin gue bikin thread ini kalo gua gajadi pergi..

1. KULIAH gue gak ada UTS/UAS.
2. Gue lembur di salah satu hari, dan dikantor itu kalo lembur engga diuangin tapiiii diganti hari.
3. Puasa? ah traveling itu kapan aja....

betapa beruntungnya gue, apakah ini pertanda???

gue cek di mbah "waisak borobudur" dan gua menemukan ada travel yang ngadain. dan yang bikin gua yakin, ada paket yg puasa. yaAllah bener bener dikasih jalan deh buat liat lampion itu.

tapi nih ya, jangan buru buru ngambil keputusan.. pelan pelan

1. gue hubungin ya pihak travelnya....

jadi begini kesimpulannya...

A. Paket Full Waisak
nah di paket ini lu ngikutin ritual agama buddha merayakan waisak itu kaya gimana. dari mulai di candi mendut dan jalan ke candi borobudur. dan di candi borobudurnya pun bener bener ngikutin beribadahnya, yang katanya ada ngelilingin candi borobudurnya pas malam.

gue gak tertarik sama paket ini, gila tai gue jalan puasa puasa mana tengah hari tuh pasti, item item dah gue, lagian gua cuma pengen lampionnya doang kok.

dan kalian tau? ternyata banyak yang ikut paket ini, bahkan wanita berhijab dan puasa. sungguh....... saya terdiam sih liat embak embak itu.


B. Paket tour jogja + waisak non puasa
nah ada juga paket yang ada tour jogjanya. dan waisaknya ini cuma acara lampionnya doang. nah wisata wisata yang di kunjungi itu : Pantai deket prangtritis (saya lupa :( ), parang kusumo (ituloh sis tempat pasir terbesar se asia tenggara), candi ratu boko, tebing breksit, candi ijo, dan plus dengan ke tempat tempat makan yg pernah dipake aadc.

wah boljug (boleh juga) ini paketnya. tapi kan gue puasa :(

C. Paket tour jogja + waisak puasa
paket ini sama banget sama paket B. cuma yang ini untuk orang orang yang puasa dan plus ke mesjid raya eh apa agung ya yang deket keraton itu loh...

oh iya tempat makan yg dikunjungi itu tempoe gelato, sama kopi apa gitu. gue cuma mampir doang karena saya puasa.

harga? gue dapet Rp. 485.000 

tiket kereta : lagi diskon, naik taksaka yg rangkaian keretanya baru diterbitkan tahun 2018. dapet pulang-pergi Rp. 400.000

1. naik kereta taksaka yang jam 20.45
pulang kantor jam set 5, langsung cus ke gambir, nunggu 1,5 jam. baru naik kereta deh. saya dr bogor anyway.

2. sampai di stasiun tugu yogya jam 4.15
tapi ngaret dikit jadi jam 4.40an (lama ya ini mah HAHA). keretanya nyaman banget mungkin karena baru ya. yang stainless ituloh. sahur jangan ketakutan gak dapet. karena kan ada gerbong resorasinya jadi kalian bisa beli makannya.

3. janjian sama travel di jalan malioboro jam 8.00 pagi
terus gue kemana tuh? ya luntang lantung :( gue jalan ke malioboro sambil nunggu jam 8.
kalo mau mandi? jangan deh, cuci muka aja pas di kereta, ganti bajunya juga pas di kereta, ke toilet. dan gue mules pas udah keluar stasiun.

sial emang, tapi jangan sedih, di malioboro ada masjid, gue manfaatin kamar mandinya untuk mengeluarkan hasrat..... tapi gak nyaman dipake mandi serius.

4. tour jogja, udah All in.
dengan harga segitu, kalian dapet naik mobil travel hiace, dapet tourguide, dapet makan pas buka, termasuk harga parkir dan tiket masuk, serta serangkaian pembayaran pas waisak. jadiiiii tinggal duduk manis aja.

gue gak yakin banget kalo ada yang mau pergi sendiri. karna masuk ke waisak ini perlu tanda bukti peserta dan gue gatau beli dimana, gamau ribet gitu. juga masuk lampionnya itu ada tiketnya juga. kebayangkan kalo pergi ngeteng??? pasti ribet. jd gua saranin.... pake travel aja. karena sngat amat ketat penjagaanya.

5. pelepasan lampion itu bener benerrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrr bagus guys.
ini acara puncaknya... bener bener bagus

6. kelar jam 00.30
dan gua di drop out jam 1.30 di stasiun tugu... nunggu di richeese daerah mana gitu untungnya 24 jam.

7. naik keret pulang jam 8.00
ini kereta paling pagi. gue pergi dr richeese jam 5 dan salah banget nunggu 3 jam di stasiun sambil ngantuk-ngantuk

8. kaya orang mati
kereta jalan, gue tidur, dan bangun bangun sudah sampai bekasi jam 3 sore. dan sampai rumah...

note :
1. acara waisak ini diadain pas hari waisaknya, bukan semalem sebelumnya ya guys. karena ini saya salah jadwal.
2. banyak kejadian yg gak mengenakan, tapi alhamdulillah saya puas dengan travel ini.

Total : 885.000 diluar makan di richeese, gojek kesana, sama tiket coli (comuter line dr bogor-gambir). ya 1 juta lah.







ini pas gue luntang lantung di malioboro. fotoin ini aja.. ini yang abis pup itu loh :(









ini tujuan pertama ke gumuk pasir, di parang kusumo.
nah yang ketiga dr kanan, itu sendiri sendiri datangnya, kalo yang berlima itu mereka se grup

di parang kusumo, ada ini. masuknya ya 5.000 tapi gapapa, bagus jadinya.

ini setelah dari pantai entah apa, ombaknya gede, gausah nyebur lah

tebing breksi, panasssssssssss, sunblock mode on ya.

masih di breksi ya....

abis itu ke ratu boko, nunggu sunset tapi gak kekejar.

ini di atas, deket candi borobudur sebelum lampion di terbangkan

pemberian contoh penerbangan lampion.

liat dong backgroundnya candi borobudur.. sangat amat indah

lampion terbang, bener bener indah

keluarga team A1

penerbangan lampion ini 3x guys, jd gak akan rugi hehe

narsis dulu gak apa apa ya

bersama bule dari france, mereka juga hebat :)

indah bukan?

see you di postingan berikutnya..